Aug 10, 2018

Keputusan Neymar untuk Pergi dari Barca menghindari bayang-bayang Messi, Tapi???

Kepindahan Neymar pada agustus 2017 lalu dengan mahar sebesar €222 juta euro, yang menjadi rekor transfer termahal di dunia. Ini seharusnya membuat neymar menjadi megabintang di klub barunya, PSG. Neymar dikabarkan rela pindah dari Barcelona, meninggalkan rekan terbaiknya, Messi dan Suarez karena ingin menjadi yang terbaik dan pergi dari bayang-bayang sang spektakuler, Lionel Messi.

Keputusan Neymar sebagai lelaki yang ambisius untuk menjadi yang terbaik, mungkin masuk akal dan bisa dimengerti, mengambil langkah lain dalam karir sepakbolanya dan menghindari bayang-bayang Lionel Messi. Tapi sudah hampir setahun berlalu, sepertinya keputusan neymar menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Selama empat tahun di Barca, Neymar bisa dibilang sukses memenangkan sejumlah trofi di klub Catalan. bersama Trio MSN (Messi-Suarez-NEYMAR) membawa Barcelona Treble Winner (yang gak pernah di lakuin klub kayak Real Madrid-hahahaha), Copa del Rey dan gelar Liga Champions dan lainnya.

Kepergiannya ke Paris Saint-Germain dengan mahar sebesar €222 juta mengejutkan dunia sepakbola. Sebelumnya, Barca membeli Neymar pada tahun 2013, alih-alih supaya diharapkan menjadi pewaris jangka panjang Lionel Messi di Barcelona. Namun, setiap pemain sepakbola yang menginginkan penghargaan pemain terbaik sekelas Ballon d'Or pasti tahu bahwa mereka tidak akan dapat melakukannya jika bermain dengan si pemain terbaik selama bertahun-tahun itu dalam klub yang sama - Messi.

Ronaldo, yang pernah bermain untuk Barcelona pada 1996-1997, mengaku kaget saat mendengar Neymar meninggalkan Barca karena dibeli PSG senilai 220 juta euro.

bagi Ronaldo, 41 tahun, langkah Neymar itu dianggap sebagai kemunduran. "Dari sudut pandang olahraga, keputusannya merupakan langkah mundur," katanya dalam wawancara dengan mantan pemain internasional Brasil, Zico, melalui YouTube.

Ronaldo, yang juga pernah bermain untuk Real Madrid dan Inter Milan, lantas melanjutkan, "Tapi ada tantangan berbeda yang dicari setiap orang," ucapnya. "Saya bermain di Barcelona saat itu dan pergi ke Inter saat kompetisi di Italia jauh lebih kompetitif."

Keputusan terburuk untuk pindah ke pSG?

Peforma Neymar terus mengalami kemunduran sejak pindah ke PSG. Di liga 1 Prancis, Neymar masih kalah saing dalam jumlah gol dengan rekan timnya sendiri - Cavani. Neymar juga kerap dilanda Cidera, yang membuatnya tidak bisa berbuat banyak kala PSG dikalahkan dengan Real Madrid di Liga Champions. Neymar juga gagal membawa Timnas Brazil di ajang piala dunia. Brazil dikalahkan Belgia di babak perempat final Piala dunia 2018.

Apes bagi Neymar. Di klubnya PSG musim depan ini, ia kini berada dalam bahaya berada di bawah bayang-bayang bocah lokal yang bermain apik di piala dunia 2018 yaitu Kylan Mbappe. Alih-alih pindah dari Barca untuk menghindari bayang-bayang si Messi, di PSG malah muncul bayang-bayang baru bagi Neymar.

Neymar sendiri dikabarkan tidak kerasan di PSG dan ingin balik lagi ke Spanyol. Pasalnya, Neymar sudah beberapa kali terekam di tayangan televisi menampakkan ketakpuasannya dengan pelatih PSG, Unai Emery, dan sesama penyerang dari Uruguay, Edinson Cavani, saat bertanding. Hal itu terjadi ketika Cavani mengambil alih peran Neymar sebagai penendang hadiah penalti. Tampak di lapangan terjadi perdebatan sesaat di antara dua pemain itu, sebelum Cavani melakukan tendangan penalti.

"Jika Anda ingin menjadi yang terbaik di dunia, PSG kuat, tetapi mereka tidak memiliki tradisi di Liga Champions, mereka bukan yang terkuat di Eropa," kata mantan Barca, Rivaldo kepada Sport pada Mei.

"Liga Prancis tidak seperti liga Inggris, Spanyol, atau Jerman. Karena alasan itu, saya pikir dia melakukan kesalahan, tetapi secara finansial itu baik untuk dia dan keluarganya."
Pemain asal Brasil itu menarik Real Madrid sebagai pengganti yang mungkin untuk Ronaldo setelah Portugis menyelesaikan kepindahannya ke Juventus pekan lalu, tetapi bahkan Los Blancos mungkin lebih suka mendatangkan Mbappe jika mereka diberi pilihan.
Karena Prancis maju tujuh tahun lebih muda dan juga lebih baik berperilaku daripada rekan setimnya di PSG dan Madrid mungkin waspada terhadap perilaku pemain Brasil - terutama mengingat pengeluaran besar yang dipertanyakan.

"Saya pikir itu adalah pertanyaan untuk pelatih. Pelatih harus memberikan jawaban untuk apa yang dia inginkan di lapangan, bagaimana dia ingin bermain," mantan striker Real Fernando Morientes mengatakan kepada Goal pekan lalu.

"Jika kau bertanya padaku, aku ingin bermain dengan dua pemain tengah dan dua pemain sayap. Jadi, bagiku pemain kunci untuk itu adalah Neymar, bahkan Mbappe."
Dan dengan perpecahan di ruang ganti antara pemain Brasil dan Prancis, mungkin hanya masalah waktu sebelum salah satu dari dua bergerak.
Jika ada, Neymar membutuhkan Real Madrid sekarang jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan Real Madrid, Neymar. Sebuah kepindahan kembali ke salah satu kekuatan tradisional dunia dapat membantu fokus 26 tahun lagi dan menjadi bintang yang ia lihat pasti akan berkembang di Barcelona.

1 comments

Wkwkwk biarin aja min, yang lalu biarlha berlau


Emoticon Emoticon