Jul 13, 2018

Kisah Cinta Ivan Rakitic, Sang Pria Kroasia yang kecantol Wanita pelayan Bar


Aku punya cerita untuk fielm Hollywood. Cerita komedi romantis, Tapi itu nyata. Dimulai dengan seorang pria berkebangsaan Kroasia yang berjalan ke sebuah bar ....


Malam itu, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, aku baru sampai di sebuah hotel di Spanyol. Saat itu tahun 2011, usiaku masih 21 tahun. Aku yang dulu bermain di klub Schalke, Jerman selama 4 tahun terakhir kini akan di kontrak oleh salah satu klub spanyol, Sevilla. Besok aku baru akan melakukan tes medis dan menandatangani surat kontrak perjanjian dengan Sevilla.

Aku ditemani Dejan, abangku yang sekaligus menjadi agenku. Kami disambut oleh pihak klub sevilla untuk makan malam. setelah makan malam itu, aku tidak bisa langsung tidur, istirahat untuk hari esok. Kemudian aku mengajak abangku untuk pergi Minum-minum di Bar Hotel.

Kata-kata itu mengubah hidupku...

Ketika sampai di sebuah Bar, lewat seorang wanita. seperti sebuah filem, seketika semuanya berjalan lambat, Kau tahu? Dia sangat cantik..

Aku berkata pada diri sendiri, O.K., Sevilla. Wow. Aku menyukai tempat ini!

Tapi aku tidak bisa mengatakan apapun kepada wanita itu, selain kata "Hola (sebutan "HAI" dalam bahasa spanyol)," karena aku tidak ngerti bahasa Spanyol. Aku berbicara bahasa Jerman, Inggris, Italia, Prancis, dan Kroasia, tetapi tidak dengan bahasa Spanyol. Itu sungguh mengerikan.

Tiba-tiba telepon abangku berdering. Rupanya telepon dari salah satu klub besar Eropa, menawarkanku untuk bermain di klub nya. Ketika mengetahui kami telah di Sevilla, mereka menawarkan pesawat untuk segera menjemput kami dan segera tanda tangan dengan klub mereka.

Kami memang belum melakukan perjanjian resmi dengan Sevilla. Sebenarnya Ini langkah besar bagiku untuk pindah ke SPanyol. Negara baru, bahasa baru, dan mungkin banyak kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan ini. Jika dibandingkan dengan pihak klub yang baru menawarkan kontrak dengan kami lewat telepon, yang bisa dibilang tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan disana.

Abangku pun bertanya, “Apa yang ingin kamu lakukan? pilih Klub mana?”

Aku pun menjawab, "Yah ... aku sudah bilang 'Ya' kepada presiden Sevilla, dan kata-kata aku lebih berharga daripada tanda tangan." Dia berkata, “Baiklah, Aku akan memberi tahu mereka.”

Kemudian Aku menunjuk Ke arah pelayan wanita di Bar tadi, “Lihat wanita itu? Aku akan bermain di sini untuk Sevilla, dan Aku akan menikahi wanita itu. ”
Abangku tertawa dan berkata, "Oke, apa pun yang kau katakan." Dia pikir aku bercanda.

Keesokan harinya, Aku pun menandatangani kontrak perjanjian dengan Sevilla, dan Aku sementara tinggal di hotel itu selama tiga bulan sebelum aku menemukan rumah untuk tinggal. Jadi selalu setiap pagi, Aku pergi ke bar hotel untuk minum kopi dan jeruk Fanta sehingga aku bisa melihat pelayan wanita cantik ku itu.

Sang pelayan Bar ini membuat si Pria Kroasia ini jatuh cinta pada Sevilla..

Yang aku tahu, hanya sebuah nama, "Raquel". Dia tidak bisa berbahasa Inggris, dan aku tidak bisa bahasa Spanyol. Jadi setiap hari ...
“Buenos días, Raquel. Un café y un Fanta naranja. ” (Selamat pagi, Raquel. Pesan Sebuah kopi dan Jeruk fanta, yaa!)

aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Setiap kali aku melihatnya, itu seperti sebuah bom meledak di dalam hatiku. Minggu demi minggu, perlahan aku mulai belajar beberapa kata-kata bahasa Spanyol, dan jika tidak tau artinya, aku lebih menggunakan bahasa tangan saat berkomunikasi dengannya.

Dia pikir itu lucu. Dia seperti, “aku… Jane. Kamu ... Tarzan. " (serial dalam Film Tarzan).


Bersambung...
Nantikan cerita selanjutnya ya cules :) bakal menarik nih.


Emoticon Emoticon