Jun 8, 2017

Manuver Cepat Barcelona Demi Kejar Real Madrid

Musim 2016/17 menjadi mimpi buruk bagi Barcelona. Mereka hampir nirgelar musim ini.
Hanya ada satu trofi yang mampir ke rak Barcelona. Itu adalah trofi Copa del Rey.
Pencapaian Barca tentu berbanding terbalik dengan sang rival, Real Madrid. Saat Barca sedang krisis, Madrid justru menorehkan prestasi yang gemilang.
Mereka berhasil mengakhiri penantian selama 59 tahun dengan meraih double winners. Madrid menjuarai LaLiga dan Liga Champions musim ini.
Prestasi Madrid tentu menjadi tamparan keras bagi Barca. Mereka pun bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi di dalam tim agar prestasi musim depan meningkat.
Langkah pertama adalah merekrut pelatih anyar, menggantikan Luis Enrique yang mundur. Ernesto Valverde ditunjuk oleh manajemen klub sebagai juru taktik baru.
Valverde bukan orang asing bagi Barca. Dia pernah bermain bersama Barca pada periode 1988 hingga 1990.
Selama dua musim, Valverde berhasil mengantarkan Barca juara Copa del Rey dan Piala Winners.
"Menjadi sebuah kehormatan datang ke Barca. Saya merasa beruntung karena klub sudah mempertimbangkan dan menawari saya pekerjaan," kata Valverde seperti dilansir situs resmi Barca.
Bukan tugas yang mudah bagi Valverde untuk membangun ulang Barca yang hancur lebur di musim 2016/17. Setidaknya, Valverde harus membangun ulang fondasi Barca.
Ya, lain pelatih, pasti struktur fondasi tim berbeda. Gaya main pun kemungkinan tak sama.
"Ini tantangan besar dan saya punya niat membuat Barca lebih hebat dari sebelumnya," ujar Valverde.

Rombak Jantung Permainan

Valverde tak main-main dengan ucapannya. Baru sehari duduk di kursi pelatih, dia langsung merunut beberapa pemain incaran utamanya.
Kebanyakan, pemain yang diincar adalah gelandang. Valverde menilai sektor tengah Barca perlu peremajaan.
Sejumlah bintang dibidik, dan salah satu target utamanya adalah mantan anak asuhnya di Athletic Bilbao, Ander Herrera.
Memang, Herrera tampil ciamik bersama Manchester United sepanjang musim lalu. Dia menjadi gelandang yang begitu efektif di lini tengah MU.
Bukan cuma memutus alur serangan, Herrera juga memiliki kemampuan mencetak gol yang tinggi. Fakta inilah yang membuat Valverde kepincut.
Sayangnya, Herrera dipastikan menolak ajakan reuni Valverde di Barca. Herrera ingin bertahan di MU lantaran merasa berhutang kepada manajer Jose Mourinho.
Dan, ada peluang bagi Herrera bertahan lebih lama di MU, lantaran sudah ada pembicaraan terkait perpanjangan kontrak.
"Saya sudah menggelar pertemuan dengan manajemen. Manajer menyatakan saya menjadi sangat penting bagi proyeknya. Jika saya mendapatkan kesepakatan yang pas, tanpa ragu saya ambil," kata Herrera seperti dikutip Sky Sports.
Masih ada target papan atas Barca selain Herrera. Angel Di Maria adalah bidikan lain Barca.
Hitungan di atas kertas, cukup sulit sebenarnya mendatangkan Di Maria. Sebab, status Di Maria adalah mantan pemain Madrid.
Bisa jadi, El Fideo akan berpikir dua kali menerima pinangan Barca. Tapi, Valverde punya jurus jitu demi memboyong Di Maria.
Laporan ESPN, Lionel Messi akan diberikan tugas untuk merayu Di Maria agar bisa merapat ke Camp Nou.
Ada alasan kuat mengapa Valverde memberikan tugas tersebut kepada Messi. La Pulga merupakan orang yang paling dekat dengan Di Maria.
Gelandang kreatif Liverpool, Philippe Coutinho, juga menjadi incaran Barca. Namun, ada tembok besar yang menghalangi manuver Barca merekrut Coutinho.
Manajemen Liverpool memagari Coutinho dengan banderol tinggi. Bahkan, manajer Juergen Klopp berceloteh bahwa Coutinho dihargai £400 juta (setara dengan Rp6,9 triliun).
"Tentunya, tak ada rencana melepasnya. Apa yang dikatakan pemilik adalah tentu tak ada kesempatan menjual seorang pemain karena belum perlu. Artinya, kami bisa membeli pemain lain dan ini adalah situasi bagus," kata Klopp seperti dilansir Daily Mirror.

Teror Eksodus dan Pemberontakan

Valverde tentu punya target tinggi bersama Barca. Maka dari itu, dia gencar berburu pemain.
Berbagai gelar diincar Valverde. Mulai dari LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Saat manuver berburu pemain masih abu-abu, Barca justru sudah dihantui eksodus pemain. Salah satu bintang Barca, Andres Iniesta, mengirimkan sinyal tak mau bertahan di Barca.
Itu muncul saat Iniesta enggan menandatangani perpanjangan kontrak dengan Barca. Seperti diketahui, ikatan kerja Iniesta dengan Azulgrana akan berakhir pada 2018 mendatang.
Dengan sisa setahun lagi, Iniesta berhak untuk menjalin komunikasi dengan klub lain. Juventus disebut-sebut menjadi klub baru Iniesta musim depan.
"Saya tak pernah menyatakan bakal memperbaharui kontrak. Ada beberapa hal penting yang patut dievaluasi, dan bukan masalah ekonomi. Ada hal-hal yang saya pertimbangkan, kebersamaan, pribadi, musim ini, dan itu tak mudah," terang Iniesta seperti dikutip Soccerway.
"Saya harus membuat keputusan yang jujur dan terbaik bagi semuanya," lanjut dia.
Bukan cuma Iniesta yang berpotensi hengkang. Arda Turan dan Jasper Cilessen kemungkinan besar akan meninggalkan Barca.
Alasan keduanya meninggalkan Barca tak lain adalah karena kurang jam bermain. Sejauh ini, masa depan Turan mulai menemui kejelasan. Ada Arsenal dan klub China yang tertarik mendatangkannya.
Bukan hanya eksodus pemain. Kerja Valverde juga dibayangi akan pemberontakan di ruang ganti.
Masalah yang mendera Barca musim 2016/17 adalah tak ada harmonisasi di dalam ruang ganti. Kebijakan Enrique sering diprotes oleh beberapa pemain, termasuk Messi.
Enrique tak mampu mengendalikan ego pemain-pemain tersebut. Dampaknya, Enrique mundur.
"Saya ingin juara di semua ajang. Tugas ini akan lebih mudah jika atmosfer tim baik dan semua mendukung Anda. Melatih Barca menjadi tantangan buat saya," terang Valverde dikutip Football Espana.


Emoticon Emoticon