Oct 19, 2018

Maradona Sebut Messi tidak punya jiwa kepemimpinan? ini kata Abidal

Eric Abidal Direktur olahraga Barcelona membantah pendapat tentang tak adanya sifat kepemimpinan dalam diri seorang kapten utama Barcelona musim ini, yakni Lionel Messi. Abidal menjelaskann bahwa Messi sudah menjadi teladan bagi klub barcelona.

diketahui, Diego Maradona, baru-baru ini menyebut kalau Lionel Messi tak punya jiwa kepemimpinan. La Pulga didakwa Maradona lebih suka bermain PlayStation alih-alih dengarkan briefing dari pelatih dan 20 kali keluar masuk toilet sebelum laga dimulai.

Ucapan sang legenda ini tak lepas dari kegagalan Albiceleste dalam beberapa tahun terakhir, seperti di ajang Copa America dan terakhir tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Lionel Messi Irit Bicara
Eric Abidal selaku direktur olahraga Barcelona sampaikan bantahannya terhadap tudingan Maradona tersebut. Apalagi, mantan pemain Timnas Prancis ini pernah satu tim dengan Messi.

“Messi sebagai seorang kapten adalah panutan. Tidak hanya karena talentanya, tapi juga kepribadiannya,” ujar Abidal.
“Dia tidak terlalu banyak bicara, tapi ia menunjukkan segalanya di atas lapangan. Dia menjadi pemain kunci bagi Barca dan juga di dalam ruang ganti pemain,” tambahnya.

“Kami selalu berkata, Leo tidak perlu banyak berbicara. Semua orang tahu kapan dia marah dan kapan dia bahagia. Perannya di dalam tim sangat penting bagi para pemain muda dan juga para pemain baru,” tegas Abidal.

“Kisah soal Messi merupakan cerita yang terindah, tapi dia telah menunjukkannya di sini, di Barca bahwa dengan kerja keras, segala hal bisa diraih. Dia pemain yang hebat dan berkat dia, level permainan para pemain lain meningkat,” ungkapnya.

di level tim nasional, Messi hingga kini belum kembali bergabung dengan Timnas Argentina sejak Albiceleste tersingkir saat melawan Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.
Read More

Aug 11, 2018

Sering belanja pemain, Barcelona sudah ganti filosopi?

Barcelona kini dikenal dengan klub yang paling aktif di jendela trasnfer. Sering belanja pemain. Pada jendela trasnfer kali ini saja Barca sudah menghabiskan banyak uang untuk belanja pemain. Barcelona yang dikenal sejak dulu selalu mempromosikan pemain akademi La Masia nya kini lebih sering mendatangkan pemain dari klub lain daripada mempromosikan lulusan La Masia.

Sudah empat pemain didatangkan oleh Barcelona di bursa transfer musim panas tahun ini. Arthur Melo, Clement Lenglet, Malcom, dan Arturo Vidal merupakan deretannya. Banyak uang yang telah dikeluarkan Blaugrana. Sedikitnya sudah 125 juta euro dibelanjakan untuk memperkuat skuad el Barca. Sejak kepergian Neymar, Blaugrana sudah menggelontorkan lebih dari 400 juta euro untuk mendatangkan pemain baru. Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele merupakan pembelian mahalnya sejak kepergian Neymar.

Barcelona dinilai sudah meninggalkan kebiasaan untuk mempromosikan pemain dari akademi La Masia. Di skuat kali ini, cuma ada tujuh pemain jebolan La Masia di skuat utama. Lionel Messi, Sergio Busquets, Sergi Roberto, dan Munir merupakan contohnya.

Direktur olahraga Barcelona, Eric Abidal, mempunyai pembelaan mengenai kebijakan transfer tim Catalan itu. Barcelona disebut cuma sedang menyesuaikan diri untuk memperkuat skuat.

"Anda membahas mengenai sebuah filosofi, tapi ada pemain lain juga (yang diminati oleh Barcelona)," kata Abidal pada media Marca.

"Saya pikir kami harus beradaptasi pada skuat dan menjadikannya sekuat mungkin. Pelatih harus membuat keputusan," kata pria asal Prancis itu.
Read More

Aug 10, 2018

Keputusan Neymar untuk Pergi dari Barca menghindari bayang-bayang Messi, Tapi???

Kepindahan Neymar pada agustus 2017 lalu dengan mahar sebesar €222 juta euro, yang menjadi rekor transfer termahal di dunia. Ini seharusnya membuat neymar menjadi megabintang di klub barunya, PSG. Neymar dikabarkan rela pindah dari Barcelona, meninggalkan rekan terbaiknya, Messi dan Suarez karena ingin menjadi yang terbaik dan pergi dari bayang-bayang sang spektakuler, Lionel Messi.

Keputusan Neymar sebagai lelaki yang ambisius untuk menjadi yang terbaik, mungkin masuk akal dan bisa dimengerti, mengambil langkah lain dalam karir sepakbolanya dan menghindari bayang-bayang Lionel Messi. Tapi sudah hampir setahun berlalu, sepertinya keputusan neymar menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Selama empat tahun di Barca, Neymar bisa dibilang sukses memenangkan sejumlah trofi di klub Catalan. bersama Trio MSN (Messi-Suarez-NEYMAR) membawa Barcelona Treble Winner (yang gak pernah di lakuin klub kayak Real Madrid-hahahaha), Copa del Rey dan gelar Liga Champions dan lainnya.

Kepergiannya ke Paris Saint-Germain dengan mahar sebesar €222 juta mengejutkan dunia sepakbola. Sebelumnya, Barca membeli Neymar pada tahun 2013, alih-alih supaya diharapkan menjadi pewaris jangka panjang Lionel Messi di Barcelona. Namun, setiap pemain sepakbola yang menginginkan penghargaan pemain terbaik sekelas Ballon d'Or pasti tahu bahwa mereka tidak akan dapat melakukannya jika bermain dengan si pemain terbaik selama bertahun-tahun itu dalam klub yang sama - Messi.

Ronaldo, yang pernah bermain untuk Barcelona pada 1996-1997, mengaku kaget saat mendengar Neymar meninggalkan Barca karena dibeli PSG senilai 220 juta euro.

bagi Ronaldo, 41 tahun, langkah Neymar itu dianggap sebagai kemunduran. "Dari sudut pandang olahraga, keputusannya merupakan langkah mundur," katanya dalam wawancara dengan mantan pemain internasional Brasil, Zico, melalui YouTube.

Ronaldo, yang juga pernah bermain untuk Real Madrid dan Inter Milan, lantas melanjutkan, "Tapi ada tantangan berbeda yang dicari setiap orang," ucapnya. "Saya bermain di Barcelona saat itu dan pergi ke Inter saat kompetisi di Italia jauh lebih kompetitif."

Keputusan terburuk untuk pindah ke pSG?

Peforma Neymar terus mengalami kemunduran sejak pindah ke PSG. Di liga 1 Prancis, Neymar masih kalah saing dalam jumlah gol dengan rekan timnya sendiri - Cavani. Neymar juga kerap dilanda Cidera, yang membuatnya tidak bisa berbuat banyak kala PSG dikalahkan dengan Real Madrid di Liga Champions. Neymar juga gagal membawa Timnas Brazil di ajang piala dunia. Brazil dikalahkan Belgia di babak perempat final Piala dunia 2018.

Apes bagi Neymar. Di klubnya PSG musim depan ini, ia kini berada dalam bahaya berada di bawah bayang-bayang bocah lokal yang bermain apik di piala dunia 2018 yaitu Kylan Mbappe. Alih-alih pindah dari Barca untuk menghindari bayang-bayang si Messi, di PSG malah muncul bayang-bayang baru bagi Neymar.

Neymar sendiri dikabarkan tidak kerasan di PSG dan ingin balik lagi ke Spanyol. Pasalnya, Neymar sudah beberapa kali terekam di tayangan televisi menampakkan ketakpuasannya dengan pelatih PSG, Unai Emery, dan sesama penyerang dari Uruguay, Edinson Cavani, saat bertanding. Hal itu terjadi ketika Cavani mengambil alih peran Neymar sebagai penendang hadiah penalti. Tampak di lapangan terjadi perdebatan sesaat di antara dua pemain itu, sebelum Cavani melakukan tendangan penalti.

"Jika Anda ingin menjadi yang terbaik di dunia, PSG kuat, tetapi mereka tidak memiliki tradisi di Liga Champions, mereka bukan yang terkuat di Eropa," kata mantan Barca, Rivaldo kepada Sport pada Mei.

"Liga Prancis tidak seperti liga Inggris, Spanyol, atau Jerman. Karena alasan itu, saya pikir dia melakukan kesalahan, tetapi secara finansial itu baik untuk dia dan keluarganya."
Pemain asal Brasil itu menarik Real Madrid sebagai pengganti yang mungkin untuk Ronaldo setelah Portugis menyelesaikan kepindahannya ke Juventus pekan lalu, tetapi bahkan Los Blancos mungkin lebih suka mendatangkan Mbappe jika mereka diberi pilihan.
Karena Prancis maju tujuh tahun lebih muda dan juga lebih baik berperilaku daripada rekan setimnya di PSG dan Madrid mungkin waspada terhadap perilaku pemain Brasil - terutama mengingat pengeluaran besar yang dipertanyakan.

"Saya pikir itu adalah pertanyaan untuk pelatih. Pelatih harus memberikan jawaban untuk apa yang dia inginkan di lapangan, bagaimana dia ingin bermain," mantan striker Real Fernando Morientes mengatakan kepada Goal pekan lalu.

"Jika kau bertanya padaku, aku ingin bermain dengan dua pemain tengah dan dua pemain sayap. Jadi, bagiku pemain kunci untuk itu adalah Neymar, bahkan Mbappe."
Dan dengan perpecahan di ruang ganti antara pemain Brasil dan Prancis, mungkin hanya masalah waktu sebelum salah satu dari dua bergerak.
Jika ada, Neymar membutuhkan Real Madrid sekarang jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan Real Madrid, Neymar. Sebuah kepindahan kembali ke salah satu kekuatan tradisional dunia dapat membantu fokus 26 tahun lagi dan menjadi bintang yang ia lihat pasti akan berkembang di Barcelona.
Read More

Jul 26, 2018

Barcelona minta maaf karena bajak Malcomm, AS Roma Tak mau Maafkan kecuali dengan ini..


Barcelona kembali mendapatkan pemain baru mereka. Adalah Malcom, Pemain muda asal klub Bordeux yang berusia 21 tahun. Pesepakbola berusia 21 tahun itu hijrah ke klub asal Catalan setelah merampungkan kesepakatan yang mencapai 42 juta euro. Namun Transfer ini mengundang kegaduhan karena sebelumnya, Bordeux hampir saja merampungkan transfer ke AS Roma. Namun, Barcelona datang menikung proses Transfer tersebut.

AS Roma awalnya tinggal selangkah lagi mendapatkan Malcom dari Bordeaux. Mereka telah menyepakati transfer dengan Bordeaux di harga 40 juta euro termasuk bonus-bonus, dan tinggal menunggu Malcom datang untuk menuntaskan kepindahan.

Tapi di saat-saat terakhir Barcelona memberikan penawaran lebih baik untuk Malcom, yakni 41 juta euro plus satu juta euro lainnya untuk bonus-bonus. Roma dan Barca pun kemudian terlibat perang tawaran. Pada akhirnya, Roma memutuskan untuk mundur dan Barca lah yang mendapatkan pemain asal Brasil tersebut. Pada akhirnya winger muda usia 21 tahun itu benar-benar pindah ke Barcelona.

James Pallotta, Presiden AS Roma buka suara soal kegaduhan transfer Malcom ke Barcelona. Pallotta menyatakan bahwa Barca telah meminta maaf kepada Roma terkait Malcom. Namun Pallotta baru akan menerima permintaan maaf tersebut kalau Barca menyerahkan Lionel Messi.

"Barcelona ikut campur dengan cara yang tidak etis. Di pagi hari, (Direktur Olahraga Roma) Monchi melakukan komunikasi lewat panggilan konferensi dengan agennya dan kesepakatan dibuat," ujar Pallotta kepada Sirius seperti dikutip Football Italia.

"Kami menerima saran hukum dan sepertinya Bordeaux akan dipanggil untuk bersaksi. Kemarin Barcelona meminta maaf kepada kami, tapi saya tidak menerima permintaan maaf mereka."

"Satu-satunya cara untuk menerima permintaan maafnya adalah jika mereka memutuskan untuk memberi kami Messi," ucap Pallotta.

"Hubungan dekat dengan Barcelona? Tidak. Mereka lebih besar daripada kami dan kami akan punya kesepakatan dengan mereka di masa depan."

Read More

Jul 23, 2018

Ozil pensiun dari Timnas Jerman karena Foto dengan Erdogan, Presiden Turki??

Mesut Ozil secara mengejutkan mengumumkan diri untuk pensiun dari Tim Nasional Jerman. Keputusan sang Gelandang Arsenal ini berhubungan dengan pertemuannya dengan Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki) yang menuai kontraversi pada Mei lalu. Ozil membuat kontroversial bagi publik Jerman dan Turki dengan foto bersama Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki saat lagi dalam masa-masa pemilu pemilihan presiden Turki. Tak ayal, banyak pihak yang menyangka kalau foto ini mengandung unsur politik.

Federasi sepakbola Jerman (DFB) dan Kanselir Jerman, Steffen Seibert, bahkan ikut berkomentar tentang apa sih motivasi Ozil berfoto dengan Erdogan. Mereka khawatir foto tersebut membuat banyak kontraversi dan salah paham, Mengingat Ozil sangat dikenal dan populer di Jerman maupun Turki.

Ozil bukan satu-satunya pemain yang bertemu dengan Erdogan di London pada 14 Mei 2018. Bersamanya hadir pula Ilkay Gundogan (gelandang Manchester City) dan Cenk Tosun (penyerang Everton). Kabarnya Emre Can (gelandang Liverpool) juga diundang, namun menolak hadir. Erdogan saat itu berada di Inggris dalam rangka Kunjungan. Agendanya adalah bertemu dengan Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris, Theresa May.
Masing-masing pemain berpose dengan Erdogan sembari membentangkan seragam klub mereka masing-masing.



Kontroversi foto-foto Ozil bersama Erdogan tak mereda seiring waktu. Penampilan buruk Ozil dan Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2018 membuat isu ini kembali muncul ke permukaan. Setelah sekian lama banyak tuai perdebatan dan kontraversi, Ozil akhirnya angkat bicara. Melalui akun resmi Twitter-nya, Pemain terbaik jerman 5x ini memosting surat terbuka yang terdiri dari tiga bagian. Isi surat itu menjelaskan secara mendetail soal kontroversi fotonya dengan Erdogan.

Isi surat terbuka Mesut Ozil

“Seperti kebanyakan orang, nenek moyang tidak hanya berasal dari satu negara saja. Sementara saya tumbuh besar di Jerman, latar belakang keluarga saya punya akar Turki. Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya Turki. Sejak kecil, ibu saya mengajari untuk selalu menghargai dan tidak boleh melupakan asal muasal saya, dan sampai sekarang nilai ini selalu saya pegang,” tulis Ozil, pada bagian surat yang pertama.

“Pada Mei lalu, saya bertemu dengan Presiden Erdogan di London, ketika menghadiri acara amal dan edukasi. Kami pertama kali bertemu pada tahun 2010/2011 ketika beliau dan Angela Markel menonton laga Jerman vs Turki bersama-sama di Berlin, Jerman. Sejak saat itu, kami sering bertemu secara tidak sengaja di banyak tempat di dunia. Saya tahu jika foto kami menjadi pemberitaan besar di media Jerman, dan sementara banyak orang menuduh saya berbohong atau penuh dusta, tapi foto kami tidak memuat intensi politik,” lanjutnya.
“Pekerjaan saya adalah sebagai pesepakbola, bukan politikus, dan pertemuan kami bukan sebuah bentuk dukungan politik. Faktanya, ketika kami bertemu, topik obrolan masih sama, yaitu sepakbola karena beliau juga pemain sepakbola di masa mudanya," tutupnya.

Tiga jam setelah merilis surat terbuka pertamanya, Ozil kemudian memosting surat terbuka bagian kedua. Kali ini Ozil menyerang DFB, serta beberapa sponsor yang tidak mendukungnya selama kekacauan terjadi.

“Saya tak sudi lagi menjadi kambing hitam atas ketidakcakapan dan ketidakmampuannya menjalankan tugas dengan layak,” kata Ozil tentang Presiden DFB (PSSI-nya Jerman), Reinhard Grindel.

Saya di anggap sebagai orang jerman ketika menang, tapi dianggap imigran ketika kalah? teman saya podolski dan Klose tidak pernah disebut sebagai Jerman-Polish, tapi kenapa saya diberi predikat Jerman-Turki? apakah karena saya keturunan Turki? Atau karena saya seorang Muslim? - Mesut Ozil

Surat ketiga, Ozil menyatakan mundur dari Timnas Jerman

“Dengan berat hati dan pertimbangan panjang akibat kejadian-kejadian belakangan,” tulis Ozil dalam paragraf penutup pernyataannya, “saya tak akan lagi bermain untuk Jerman di tingkat internasional selama saya masih merasakan rasialisme dan hinaan. Dulu saya mengenakan seragam Jerman dengan rasa bangga dan semangat yang tinggi, tapi kini tidak lagi. Keputusan ini sangat sulit diambil karena saya selalu memberi segalanya untuk rekan-rekan satu tim, para staf pelatih, dan orang-orang baik Jerman. Namun ketika para pejabat tinggi DFB memperlakukan saya seperti ini, menghina akat Turki saya dan dengan egois menjadikan saya propaganda politik, maka cukup sudah. Saya tidak bermain sepakbola karena itu, dan saya tak akan diam saja. Rasialisme tidak boleh, tidak pernah boleh diterima.”


Pemain berjuluk "Burung Hantu" itu sendiri disinyalir tampil buruk di Piala Dunia 2018 lalu, karena terkena dampak langsung terhadap pemberitaan buruk soal dirinya atas kasus ini.
Read More

Jul 17, 2018

Prancis, Juara dunia 2018


Zlatko Dalic, Pelatih Timnas Kroasia, harus mengakui kehebatan Prancis setelah menaklukan tim asuhannya dengan skor akhir 4-2. Timnas kroasia kali ini mengakui keberuntungan tidak berpihak kepada tim nya.

Sejatinya Kroasia mampu mengimbangi Prancis saat mereka menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tetapi hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Prancis akhirnya sedikit merusak momentum Kroasia. Namun, Dalic tetap mengakui bahwa Les Bleus –julukan Timnas Prancis- layak untuk mendapat gelar juara.

“Saya tidak ingin berbicara tentang wasit, tetapi izinkan saya mengatakan satu hal ini. Di final Piala Dunia, Anda tidak bisa memberikan penalti seperti itu,” ungkap Dalic, mengutip dari Daily Mail

“Tapi itu sama sekali itu tidak mengurangi kemenangan Prancis. Mungkin kami sedikit tidak beruntung. Dalam enam pertandingan pertama, kami selalu dinaungi keberuntungan,” tambahnya.

“Itu mungkin permainan terbaik yang kami mainkan di turnamen ini, tapi melawan tim berkualitas seperti Prancis, Anda seharusnya tidak bisa membiarkan empat gol,” pungkas pelatih yang baru menangani Kroasia selama sembilan bulan tersebut.

Penantian timnas Prancis untuk kembali mengangkat trofi akhirnya terjadi di Piala Dunia 2018. Les Bleus sukses mengalahkan Kroasia lewat drama 6 gol di babak final, Minggu 15 Juli 2018.

Bermain di Stadion Luzhniki, partai final kali ini benar-benar cukup seru karena menghadirkan banyak gol. Tercatat, tiga gol tercipta di masing-masing babak.


Berikut ini daftar lengkap penghargaan di Piala Dunia 2018:

Juara                                          : Prancis
Pemain Terbaik (Golden Ball)  : Luka Modric (Kroasia)
Topskor (Golden Boot)             : Harry Kane (Inggris)
Kiper Terbaik (Golden Glove)  : Thibaut Courtois (Belgia)
Pemain Muda Terbaik               : Kylian Mbappe (Prancis)
Tim Fair Play                             : Spanyol
Read More

Jul 13, 2018

Kisah Cinta Ivan Rakitic, Sang Pria Kroasia yang kecantol Wanita pelayan Bar


Aku punya cerita untuk fielm Hollywood. Cerita komedi romantis, Tapi itu nyata. Dimulai dengan seorang pria berkebangsaan Kroasia yang berjalan ke sebuah bar ....


Malam itu, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, aku baru sampai di sebuah hotel di Spanyol. Saat itu tahun 2011, usiaku masih 21 tahun. Aku yang dulu bermain di klub Schalke, Jerman selama 4 tahun terakhir kini akan di kontrak oleh salah satu klub spanyol, Sevilla. Besok aku baru akan melakukan tes medis dan menandatangani surat kontrak perjanjian dengan Sevilla.

Aku ditemani Dejan, abangku yang sekaligus menjadi agenku. Kami disambut oleh pihak klub sevilla untuk makan malam. setelah makan malam itu, aku tidak bisa langsung tidur, istirahat untuk hari esok. Kemudian aku mengajak abangku untuk pergi Minum-minum di Bar Hotel.

Kata-kata itu mengubah hidupku...

Ketika sampai di sebuah Bar, lewat seorang wanita. seperti sebuah filem, seketika semuanya berjalan lambat, Kau tahu? Dia sangat cantik..

Aku berkata pada diri sendiri, O.K., Sevilla. Wow. Aku menyukai tempat ini!

Tapi aku tidak bisa mengatakan apapun kepada wanita itu, selain kata "Hola (sebutan "HAI" dalam bahasa spanyol)," karena aku tidak ngerti bahasa Spanyol. Aku berbicara bahasa Jerman, Inggris, Italia, Prancis, dan Kroasia, tetapi tidak dengan bahasa Spanyol. Itu sungguh mengerikan.

Tiba-tiba telepon abangku berdering. Rupanya telepon dari salah satu klub besar Eropa, menawarkanku untuk bermain di klub nya. Ketika mengetahui kami telah di Sevilla, mereka menawarkan pesawat untuk segera menjemput kami dan segera tanda tangan dengan klub mereka.

Kami memang belum melakukan perjanjian resmi dengan Sevilla. Sebenarnya Ini langkah besar bagiku untuk pindah ke SPanyol. Negara baru, bahasa baru, dan mungkin banyak kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan ini. Jika dibandingkan dengan pihak klub yang baru menawarkan kontrak dengan kami lewat telepon, yang bisa dibilang tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan disana.

Abangku pun bertanya, “Apa yang ingin kamu lakukan? pilih Klub mana?”

Aku pun menjawab, "Yah ... aku sudah bilang 'Ya' kepada presiden Sevilla, dan kata-kata aku lebih berharga daripada tanda tangan." Dia berkata, “Baiklah, Aku akan memberi tahu mereka.”

Kemudian Aku menunjuk Ke arah pelayan wanita di Bar tadi, “Lihat wanita itu? Aku akan bermain di sini untuk Sevilla, dan Aku akan menikahi wanita itu. ”
Abangku tertawa dan berkata, "Oke, apa pun yang kau katakan." Dia pikir aku bercanda.

Keesokan harinya, Aku pun menandatangani kontrak perjanjian dengan Sevilla, dan Aku sementara tinggal di hotel itu selama tiga bulan sebelum aku menemukan rumah untuk tinggal. Jadi selalu setiap pagi, Aku pergi ke bar hotel untuk minum kopi dan jeruk Fanta sehingga aku bisa melihat pelayan wanita cantik ku itu.

Sang pelayan Bar ini membuat si Pria Kroasia ini jatuh cinta pada Sevilla..

Yang aku tahu, hanya sebuah nama, "Raquel". Dia tidak bisa berbahasa Inggris, dan aku tidak bisa bahasa Spanyol. Jadi setiap hari ...
“Buenos días, Raquel. Un café y un Fanta naranja. ” (Selamat pagi, Raquel. Pesan Sebuah kopi dan Jeruk fanta, yaa!)

aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Setiap kali aku melihatnya, itu seperti sebuah bom meledak di dalam hatiku. Minggu demi minggu, perlahan aku mulai belajar beberapa kata-kata bahasa Spanyol, dan jika tidak tau artinya, aku lebih menggunakan bahasa tangan saat berkomunikasi dengannya.

Dia pikir itu lucu. Dia seperti, “aku… Jane. Kamu ... Tarzan. " (serial dalam Film Tarzan).


Bersambung...
Nantikan cerita selanjutnya ya cules :) bakal menarik nih.
Read More