Jul 23, 2018

Ozil pensiun dari Timnas Jerman karena Foto dengan Erdogan, Presiden Turki??

Mesut Ozil secara mengejutkan mengumumkan diri untuk pensiun dari Tim Nasional Jerman. Keputusan sang Gelandang Arsenal ini berhubungan dengan pertemuannya dengan Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki) yang menuai kontraversi pada Mei lalu. Ozil membuat kontroversial bagi publik Jerman dan Turki dengan foto bersama Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki saat lagi dalam masa-masa pemilu pemilihan presiden Turki. Tak ayal, banyak pihak yang menyangka kalau foto ini mengandung unsur politik.

Federasi sepakbola Jerman (DFB) dan Kanselir Jerman, Steffen Seibert, bahkan ikut berkomentar tentang apa sih motivasi Ozil berfoto dengan Erdogan. Mereka khawatir foto tersebut membuat banyak kontraversi dan salah paham, Mengingat Ozil sangat dikenal dan populer di Jerman maupun Turki.

Ozil bukan satu-satunya pemain yang bertemu dengan Erdogan di London pada 14 Mei 2018. Bersamanya hadir pula Ilkay Gundogan (gelandang Manchester City) dan Cenk Tosun (penyerang Everton). Kabarnya Emre Can (gelandang Liverpool) juga diundang, namun menolak hadir. Erdogan saat itu berada di Inggris dalam rangka Kunjungan. Agendanya adalah bertemu dengan Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris, Theresa May.
Masing-masing pemain berpose dengan Erdogan sembari membentangkan seragam klub mereka masing-masing.



Kontroversi foto-foto Ozil bersama Erdogan tak mereda seiring waktu. Penampilan buruk Ozil dan Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2018 membuat isu ini kembali muncul ke permukaan. Setelah sekian lama banyak tuai perdebatan dan kontraversi, Ozil akhirnya angkat bicara. Melalui akun resmi Twitter-nya, Pemain terbaik jerman 5x ini memosting surat terbuka yang terdiri dari tiga bagian. Isi surat itu menjelaskan secara mendetail soal kontroversi fotonya dengan Erdogan.

Isi surat terbuka Mesut Ozil

“Seperti kebanyakan orang, nenek moyang tidak hanya berasal dari satu negara saja. Sementara saya tumbuh besar di Jerman, latar belakang keluarga saya punya akar Turki. Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya Turki. Sejak kecil, ibu saya mengajari untuk selalu menghargai dan tidak boleh melupakan asal muasal saya, dan sampai sekarang nilai ini selalu saya pegang,” tulis Ozil, pada bagian surat yang pertama.

“Pada Mei lalu, saya bertemu dengan Presiden Erdogan di London, ketika menghadiri acara amal dan edukasi. Kami pertama kali bertemu pada tahun 2010/2011 ketika beliau dan Angela Markel menonton laga Jerman vs Turki bersama-sama di Berlin, Jerman. Sejak saat itu, kami sering bertemu secara tidak sengaja di banyak tempat di dunia. Saya tahu jika foto kami menjadi pemberitaan besar di media Jerman, dan sementara banyak orang menuduh saya berbohong atau penuh dusta, tapi foto kami tidak memuat intensi politik,” lanjutnya.
“Pekerjaan saya adalah sebagai pesepakbola, bukan politikus, dan pertemuan kami bukan sebuah bentuk dukungan politik. Faktanya, ketika kami bertemu, topik obrolan masih sama, yaitu sepakbola karena beliau juga pemain sepakbola di masa mudanya," tutupnya.

Tiga jam setelah merilis surat terbuka pertamanya, Ozil kemudian memosting surat terbuka bagian kedua. Kali ini Ozil menyerang DFB, serta beberapa sponsor yang tidak mendukungnya selama kekacauan terjadi.

“Saya tak sudi lagi menjadi kambing hitam atas ketidakcakapan dan ketidakmampuannya menjalankan tugas dengan layak,” kata Ozil tentang Presiden DFB (PSSI-nya Jerman), Reinhard Grindel.

Saya di anggap sebagai orang jerman ketika menang, tapi dianggap imigran ketika kalah? teman saya podolski dan Klose tidak pernah disebut sebagai Jerman-Polish, tapi kenapa saya diberi predikat Jerman-Turki? apakah karena saya keturunan Turki? Atau karena saya seorang Muslim? - Mesut Ozil

Surat ketiga, Ozil menyatakan mundur dari Timnas Jerman

“Dengan berat hati dan pertimbangan panjang akibat kejadian-kejadian belakangan,” tulis Ozil dalam paragraf penutup pernyataannya, “saya tak akan lagi bermain untuk Jerman di tingkat internasional selama saya masih merasakan rasialisme dan hinaan. Dulu saya mengenakan seragam Jerman dengan rasa bangga dan semangat yang tinggi, tapi kini tidak lagi. Keputusan ini sangat sulit diambil karena saya selalu memberi segalanya untuk rekan-rekan satu tim, para staf pelatih, dan orang-orang baik Jerman. Namun ketika para pejabat tinggi DFB memperlakukan saya seperti ini, menghina akat Turki saya dan dengan egois menjadikan saya propaganda politik, maka cukup sudah. Saya tidak bermain sepakbola karena itu, dan saya tak akan diam saja. Rasialisme tidak boleh, tidak pernah boleh diterima.”


Pemain berjuluk "Burung Hantu" itu sendiri disinyalir tampil buruk di Piala Dunia 2018 lalu, karena terkena dampak langsung terhadap pemberitaan buruk soal dirinya atas kasus ini.
Read More

Jul 17, 2018

Prancis, Juara dunia 2018


Zlatko Dalic, Pelatih Timnas Kroasia, harus mengakui kehebatan Prancis setelah menaklukan tim asuhannya dengan skor akhir 4-2. Timnas kroasia kali ini mengakui keberuntungan tidak berpihak kepada tim nya.

Sejatinya Kroasia mampu mengimbangi Prancis saat mereka menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tetapi hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Prancis akhirnya sedikit merusak momentum Kroasia. Namun, Dalic tetap mengakui bahwa Les Bleus –julukan Timnas Prancis- layak untuk mendapat gelar juara.

“Saya tidak ingin berbicara tentang wasit, tetapi izinkan saya mengatakan satu hal ini. Di final Piala Dunia, Anda tidak bisa memberikan penalti seperti itu,” ungkap Dalic, mengutip dari Daily Mail

“Tapi itu sama sekali itu tidak mengurangi kemenangan Prancis. Mungkin kami sedikit tidak beruntung. Dalam enam pertandingan pertama, kami selalu dinaungi keberuntungan,” tambahnya.

“Itu mungkin permainan terbaik yang kami mainkan di turnamen ini, tapi melawan tim berkualitas seperti Prancis, Anda seharusnya tidak bisa membiarkan empat gol,” pungkas pelatih yang baru menangani Kroasia selama sembilan bulan tersebut.

Penantian timnas Prancis untuk kembali mengangkat trofi akhirnya terjadi di Piala Dunia 2018. Les Bleus sukses mengalahkan Kroasia lewat drama 6 gol di babak final, Minggu 15 Juli 2018.

Bermain di Stadion Luzhniki, partai final kali ini benar-benar cukup seru karena menghadirkan banyak gol. Tercatat, tiga gol tercipta di masing-masing babak.


Berikut ini daftar lengkap penghargaan di Piala Dunia 2018:

Juara                                          : Prancis
Pemain Terbaik (Golden Ball)  : Luka Modric (Kroasia)
Topskor (Golden Boot)             : Harry Kane (Inggris)
Kiper Terbaik (Golden Glove)  : Thibaut Courtois (Belgia)
Pemain Muda Terbaik               : Kylian Mbappe (Prancis)
Tim Fair Play                             : Spanyol
Read More

Jul 13, 2018

Kisah Cinta Ivan Rakitic, Sang Pria Kroasia yang kecantol Wanita pelayan Bar


Aku punya cerita untuk fielm Hollywood. Cerita komedi romantis, Tapi itu nyata. Dimulai dengan seorang pria berkebangsaan Kroasia yang berjalan ke sebuah bar ....


Malam itu, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, aku baru sampai di sebuah hotel di Spanyol. Saat itu tahun 2011, usiaku masih 21 tahun. Aku yang dulu bermain di klub Schalke, Jerman selama 4 tahun terakhir kini akan di kontrak oleh salah satu klub spanyol, Sevilla. Besok aku baru akan melakukan tes medis dan menandatangani surat kontrak perjanjian dengan Sevilla.

Aku ditemani Dejan, abangku yang sekaligus menjadi agenku. Kami disambut oleh pihak klub sevilla untuk makan malam. setelah makan malam itu, aku tidak bisa langsung tidur, istirahat untuk hari esok. Kemudian aku mengajak abangku untuk pergi Minum-minum di Bar Hotel.

Kata-kata itu mengubah hidupku...

Ketika sampai di sebuah Bar, lewat seorang wanita. seperti sebuah filem, seketika semuanya berjalan lambat, Kau tahu? Dia sangat cantik..

Aku berkata pada diri sendiri, O.K., Sevilla. Wow. Aku menyukai tempat ini!

Tapi aku tidak bisa mengatakan apapun kepada wanita itu, selain kata "Hola (sebutan "HAI" dalam bahasa spanyol)," karena aku tidak ngerti bahasa Spanyol. Aku berbicara bahasa Jerman, Inggris, Italia, Prancis, dan Kroasia, tetapi tidak dengan bahasa Spanyol. Itu sungguh mengerikan.

Tiba-tiba telepon abangku berdering. Rupanya telepon dari salah satu klub besar Eropa, menawarkanku untuk bermain di klub nya. Ketika mengetahui kami telah di Sevilla, mereka menawarkan pesawat untuk segera menjemput kami dan segera tanda tangan dengan klub mereka.

Kami memang belum melakukan perjanjian resmi dengan Sevilla. Sebenarnya Ini langkah besar bagiku untuk pindah ke SPanyol. Negara baru, bahasa baru, dan mungkin banyak kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan ini. Jika dibandingkan dengan pihak klub yang baru menawarkan kontrak dengan kami lewat telepon, yang bisa dibilang tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan disana.

Abangku pun bertanya, “Apa yang ingin kamu lakukan? pilih Klub mana?”

Aku pun menjawab, "Yah ... aku sudah bilang 'Ya' kepada presiden Sevilla, dan kata-kata aku lebih berharga daripada tanda tangan." Dia berkata, “Baiklah, Aku akan memberi tahu mereka.”

Kemudian Aku menunjuk Ke arah pelayan wanita di Bar tadi, “Lihat wanita itu? Aku akan bermain di sini untuk Sevilla, dan Aku akan menikahi wanita itu. ”
Abangku tertawa dan berkata, "Oke, apa pun yang kau katakan." Dia pikir aku bercanda.

Keesokan harinya, Aku pun menandatangani kontrak perjanjian dengan Sevilla, dan Aku sementara tinggal di hotel itu selama tiga bulan sebelum aku menemukan rumah untuk tinggal. Jadi selalu setiap pagi, Aku pergi ke bar hotel untuk minum kopi dan jeruk Fanta sehingga aku bisa melihat pelayan wanita cantik ku itu.

Sang pelayan Bar ini membuat si Pria Kroasia ini jatuh cinta pada Sevilla..

Yang aku tahu, hanya sebuah nama, "Raquel". Dia tidak bisa berbahasa Inggris, dan aku tidak bisa bahasa Spanyol. Jadi setiap hari ...
“Buenos días, Raquel. Un café y un Fanta naranja. ” (Selamat pagi, Raquel. Pesan Sebuah kopi dan Jeruk fanta, yaa!)

aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Setiap kali aku melihatnya, itu seperti sebuah bom meledak di dalam hatiku. Minggu demi minggu, perlahan aku mulai belajar beberapa kata-kata bahasa Spanyol, dan jika tidak tau artinya, aku lebih menggunakan bahasa tangan saat berkomunikasi dengannya.

Dia pikir itu lucu. Dia seperti, “aku… Jane. Kamu ... Tarzan. " (serial dalam Film Tarzan).


Bersambung...
Nantikan cerita selanjutnya ya cules :) bakal menarik nih.
Read More

Jul 6, 2018

Jadwal Perempat Final Piala Dunia Russia



Jumat, 6 Juli 2018
Uruguay vs Perancis, Jumat (6/7/2018), 21.00 WIB, Trans TV

Sabtu, 7 Juli 2018
Brasil vs Belgia, Sabtu (7/7/2018), 01.00 WIB, Trans TV
Swedia vs Inggris, Sabtu (7/7/2018), 21.00 WIB, Trans TV

Minggu, 8 Juli 2018
Rusia vs Kroasia, Minggu (8/7/2018), 01.00 WIB, Trans TV
Read More

Jul 4, 2018

Mundur dari Timnas Argentina, Mascherano Kirim Pesan Terbuka ke Messi

Gelandang Argentina, Javier Mascherano mengumumkan keputusannya untuk mundur dari timnas Argentina menyusul tersingkirnya mereka dari babak 16 besar Piala Dunia Rusia 2018. Sang pemain berusia 34 tahun bermain penuh di 4 laga timnas Argentina di turnamen tahun ini, yang menjadi turnamen Piala Dunia keempat kalinya berturut-turut.
Javier Mascherano tercatat membela timnas Argentina sebanyak 147 kali menjadikannya sebagai pemain yang paling banyak membela negaranya.
1. Javier Mascherano kini jadi salah satu fan Argentina lainnya
Keputusannya ini disampaikan kepada DeportTV yang dikutip oleh BBC.
"Secara pribadi, bagiku sekarang sudah berakhir. Mulai saat ini saya hanya salah satu fan Argentina lainnya."
Javier Mascherano yang memenangkan dua medali emas Olimpiade memulai debut seniornya tahun 2003 bersama klub Argentina, River Plate.

2. Javier Mascherano jalani karier cemerlang bersama Barcelona
Javier Mascherano kemudian bermain untuk West Ham dari tahun 2006-2007 sebelum akhirnya bergabung dengan Liverpool. Di klub barunya dia ikut mengantarkan The Red ke final Liga Champions Eropa 2007 namun dikalahkan oleh AC Milan.
Dia bermain untuk Barcelona dari tahun 2010 dimana dia memenangkan gelar Liga Champions sebanyak dua kali dan menjadi bagian dari skuat yang memenangkan lima gelar La Liga bersama Blaugrana. Awal tahun 2018 ini, Javier Mascherano meninggalkan klubnya untuk bergabung dengan klub anggota Liga Super China, Hebei China Fortune.
3. Pesan haru Javier Mascherano untuk Lionel Messi
Kerap disebut sebagai kapten bayangan timnas Argentina, Javier Mascherano dalam kesempatan yang sama juga memberikan pesan kepada Sang Kapten Argentina, Lionel Messi sebagaimana dilansir dari ESPN.
"Saya harap Messi memiliki keinginan untuk tetap bertahan di timnas dan saya berharap semua orang tidak mengkritik dirinya."Tidak ada seorang pemain internasional pun yang merasakan tekanan yang dihadapi oleh pemain Argentina dan saya rasa kami menghadapinya dengan cukup baik."Namun untuk saat ini, Messi perlu tetap tenang. Dia seharusnya berlibur bersama keluarganya dan dia seharusnya tetap bermain sepak bola karena saat di mana Messi memutuskan untuk tidak bermain, kita akan menyadari betapa hebatnya dia."
Kegagalan di Piala Dunia Rusia 2018 menjadikan kesempatan bagi negara tersebut untuk membenahi diri dan memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk tampil ke depan. Dan ini merupakan sebuah keputusan yang tepat bagi sang pemain dan timnas Argentina.
Read More

Jun 28, 2018

Link Streaming Barcelona

Link Streaming Barcelona..
Silahkan klik link, dan pilih yang gak macet.
  1. Sagahtv.xyz Klik Link
  2. NontonLiga Klik Link
  3. Yalla Shoots (Bahasa Arab, Ringan) Klik Link
  4. Stream2Watch Klik Link
  5. Totalsportek (HD) Klik Link 
  6. Sport365.live  Klik Link
  7. iFirstRow.eu Klik Link
selamat menonton! jangan lupa share yaaa :)

Read More

Jun 16, 2018

Ternyata Negara Ini Yang Bakal Juarai Piala Dunia Kata Si Roy

Piala Dunia 2018 Rusia sudah resmi digelar, edisi yang lalu Timnas Jerman berhasil menjuarai Piala Dunia di Brazil setelah mengalahkan Argentina di Final.

Tahun ini piala dunia 2018 di gelar di Rusia, dan beberapa orang sudah mulai memprediksikan negara yang bakal menjuarai turnamen terbesar empat tahunan tersebut.
Tidak hanya dari pengamat sepak bola, pemain sepak bola, pelatih, bahkan hewan pun ikut turut serta memberikan prediksinya tentang negara mana yang akan menjuarai piala dunia 2018.
Tak heran jika belakangan ini paranormalpun ikut meramaikan prediksi negara mana yang akan menjuarai piala dunia tahun ini.
Roy Kiyoshi salah satunya, paranormal yang sedang naik daun bersama acaranya Karma memberikan ramalan negara yang menjuarai turnamen terbesar didunia empat tahunan ini.
Roy Kiyoshi sendiri secara mengejutkan tidak menyebut negara kuat seperti Brazil atau Argentina yang diperkuat oleh pemain berbakat. Tidak juga Spanyol yang memiliki taktik tiki takanya. Dan bahkan tidak Perancis yang dihuni oleh pemain paling kelas dunia bahkan menjadi timnas termahal di piala dunia 2018 Rusia.
Seperti dilansir akun youtube Global Vi (12/06/2018). "Roy Kiyoshi menyebutkan bahwa timnas Jerman yang akan kembali menjuarai piala dunia tahun ini.
Tak disangka memang, mengingat perjalanan Jerman tidak begitu mulus dan ganas di babak kualifikasi piala dunia. Bahkan sebelum piala dunia resmi digelar di Rusia, Jerman secara mengejutkan kalah dari tim yang tidak terlalu kuat yaitu Austria.
Read More